
Rafsyan mengatakan dirinya dan rekan-rekannya langsung membentangkan banner berisi penolakan harga BBM naik.
"Poin yang kami bawa, penolakan kenaikan harga BBM dan menolak kehadiran wapres di Balikpapan, serta meminta mencabut kebijakan kenaikan harga BBM," ucap Rafsyan.
Menurut Rafsyan, saat itu ada polisi yang datang dan melarang para mahasiswa demo.
BACA JUGA: Pembangunan IKN Nusantara, Mayoritas Pekerja Kaltim Belum Bersertifikasi
Rafsyan juga mengaku sempat ditunjuk Kabag Ops Polresta Balikpapan ketika mulai berorasi.
“Saya kurang ingat apa bahasanya dia ke saya, tiba-tiba ada yang piting saya dari belakang," ucap Rafsyan.
BACA JUGA: Kapolresta Samarinda Basah Kuyup Jaga Demo Harga BBM Naik
Setelah itu, dirinya dan rekan-rekannya dibawa ke Polresta Balikpapan. Rafsyan pun merasa diperlakukan seperti tahanan.
"Kami dibawa masuk ke mobil, seolah-olah kami tahanan,” kata dia.
BACA JUGA: Wagub Kaltim Dikepung Demo Mahasiswa Tolak Harga BBM Naik, Ini Janjinya
Rafsyan dan teman-temannya baru dibebaskan setelah ketua badko yang sekaligus kuasa hukum datang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News