
Maratua dihuni lebih kurang 3.600 jiwa dari sekitar 900 Kepala Keluarga.
Sejak ratusan tahun silam, dihuni penduduk suku laut - Bajau ditambah pendatang dari berbagai tempat dari dalam dan luar Kaltim.
Mereka umumnya sebagai nelayan dan sejak ramai dikunjungi wisatawan, maka ada pula warga yang tertarik berusaha di sektor pariwisata.
BACA JUGA: Pulau Kaniungan, Primadona Baru Wisata di Kabupaten Berau
Di pulau ini berdiri sejumlah resort dan cottage yang umumnya dikunjungi wisatawan asing. Antara lain Maratua Paradise Resort, Pratasaba di Payung-payung, Green Nirvana Jalan Bayur, Payung-Payung, Borneo Cottage Teluk Harapan, Noah Maratua Resort, Teluk Harapan Bohe Bukut dan Virgin Cocoa Island.
Sementara itu di perkampungan juga terdapat homestay milik masyarakat.
BACA JUGA: 10 Obyek Wisata Kabupaten Berau, Pemandangan Alam yang Mempesona
Bahkan Pemerintah Negara Seysheles Afrika beberapa waktu lalu menyampaikan minat bekerjasama dengan Pemprov Kaltim untuk memajukan pariwisata di Maratua khususnya membantu jaringan listrik PLTS, sanitasi, pengelolaan sampah dan green house senilai Rp50 miliar.
Sejak berdiri akhir 2017 Bandara Maratua kini sudah bisa didarati pesawat jenis ATR-72 dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan maupun Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda menggunakan jasa penerbangan Susi Air tipe Cessna dengan kapasitas 12 seat.(*)
BACA JUGA: Semua Obyek Wisata di Balikpapan Bakal Tutup Jika Ini Terjadi
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News