Pemprov Kaltim Target Investasi Rp 54 Triliun, Yakin Bisa?

29 Mei 2022 06:00

GenPI.co Kaltim - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menaikkan target realisasi investasi dari Rp 42 triliun menjadi Rp 54 triliun pada tahun ini.

Hal itu tidak terlepas dari pencapaian realisasi invetasi di Kaltim pada tahun lalu.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim Puguh Harjanto, pencapaian itu menjadi salah satu keberhasilan dari sisi pengendalian dan pelaksanaan investasi.

BACA JUGA:  Catat! Ini Aturan Jam Kerja di Pemprov Kaltim Selama Ramadan

Dia mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai upaya penguatan investasi.

“Salah satunya dengan cara pemetaan potensi dan peluang investasi," jelas Puguh setelah pembukaan Workshop Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi yang digelar DPMPTSP Kaltim di Ballroom Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (25/5).

BACA JUGA:  Pemprov Kaltim Klaim Lebih Dulu Lakukan Ini Sebelum Adanya Inpres

Dia menjelaskan nantinya akan ada investment project ready to offer (I-PRO) yang didesain beberapa tahun terakhir.

I-PRO tersebut bekerja sama dengan Bank Indonesia Kaltim. Puguh mengakui hasilnya belum maksimal.

BACA JUGA:  Balikpapan Minta Penanganan Abrasi Pantai, Pemprov Sebut Sulit

Dengan demikian, kata Puguh, penyusunan strateginya harus direview kembali, terutama di provinsi.

“Khususnya sektoral di kabupaten kota karena potensi itu di-break down lebih jauh supaya lebih maksimal pada 2022 untuk selaras dengan target nasional,” ujar Puguh.

Dia menjelaskan pihaknya harus menambah potensi peluang investasi baru dengan melakukan eksplorasi.

“Kami tetap optimistis karena pada triwulan pertama sudah mendapatkan Rp 14 triliun. Jika itu regular dihitung kali empat, tentu bisa lebih Rp 54 triliun,” ucap Puguh. (adpimprov kaltim)

 

 

Selain mengeksplor potensi baru di Kaltim, lanjut Puguh, DPMPTSP Kaltim juga terus membangun komunikasi yang baik antara pelapor (perusahaan-perusahaan) yang beraktivitas di Kaltim dengan tim DPMPTSP kabupaten kota dengan provinsi. Hal itu sebagai langkah untuk mengetahui kendala dalam percepatan investasi di Kaltim, termasuk mengoreksi dan memperbaiki kendala yang ada. (mar/sul/adpimprov kaltim)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ragil Ugeng

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co KALTIM